Teknik Memakai Transfer Factor Terkini

Z Animuj.pl

Wersja Bit97energy (dyskusja | wkład) z dnia 12:05, 24 lip 2016
(różn.) ← poprzednia wersja | przejdź do aktualnej wersji (różn.) | następna wersja → (różn.)

Transfer Factor (disingkat TF) bukanlah vitamin, mineral, atau herbal. TF adalah "Molekul PENDIDIK Bentuk Imun".

TF adalah ikatan molekul mungil perantara yang cerdas serta berisi informasi yang menghormati sistem tameng tubuh dalam MENGENAL, MERESPON, dan MENGINGAT bakteri, virus atau musuh yang mengakar ke di tubuh.

Madah TF pertama-tama digulirkan per Dr. H. Sherwood Lawrence. Pada tahun 1949 ia melakukan ulasan untuk menelaah obat masalah kesehatan TBC (tuberclosis). Dalam penelitiannya, ia mewujudkan bahwa sistem imun seseorang yang sembuh dari masalah kesehatan TBC sanggup http://pusattransferfactor.com/ dipindahkan lawan orang berbeda yang belum kena bakteri tersebut melalui injeksi isi sel resam putih.

Ia menyimpulkan lalu ekstrak stamina tubuh berikut pasti mengandung "factors" yang memungkinkan transportasi kekebalan tubuh dari pendonor ke penerima. Ia memanggil molekul yang ada sebagai "Transfer Factor. "

Sejak penemuan ini, penjelasan tentang TF semakin habis-habisan berlangsung pada era tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an.

Dengan berkembangnya teknologi, penuh manfaat yang ditemukan dr TF. Tersedia 3000 pikiran ilmiah dijalani dan $40 juta uang diinvestasikan utk penelitian yang melibatkan karet ahli atas 60 negara.

Namun, penjelasan ini mundur oleh 2 hal. Pertama, ditemukannya antibiotik. Antibiotik nisbi murah dalam diproduksi serta cukup tepat menangkal berbagai penyakit.

Kedua adalah pencemaran persediaan sundut dengan HIV dan Hepatitis C. Tentang TF cuma mungkin diperoleh dari resam, para ulung menghentikan penelitiannya.

Pada tahun 1986, 2 orang ahli terkemuka memperoleh bahwa sekitar ibu meritul Transfer Factor kepada bayinya melalui plasenta dan kolostrum untuk menyampaikan sistem imun agar bisa bertahan tampak dalam lingkungan yang tidak sehat. TF terdapat dalam susu kolostrum (susu 3-hari pertama) dari ibu yang pertama melahirkan.

Masalah yang sama pun terjadi di dalam lembu. Bujang lembu yang tak mendapatkan kolostrum dari induknya tidak mampu bertahan hidup. Para ilmuwan membuat ulasan terhadap anak-anak lembu yang baru real. Anak lembu yang tidak meraih kolostrum atas induknya tewas dalam sejumlah hari. Yang ada disebabkan keturunan lembu tadinya tidak memiliki sistem toleransi tubuh yang memadai untuk melawan mikrob, bakteri, virus atau yang sejenis.

Sebaliknya, anak lembu yang meraih susu kolostrum dari induknya mampu bersikeras hidup. Sekalipun tidak separah anak lembu, bayi yang tidak mendapatkan kolostrum dari ibunya tidak akan jadi sistem kekebalan tubuh yang baik.

Perkembangan teknologi, bakteri yang bertambah kebal lawan antibiotik & koleksi laporan yang dilakukan oleh 4Life Research dr jutaan pengguna merubah sejarah TF.

4Life Research merupakan institusi yang pertama membuat TF, yang terbuat dari kolostrum susu sapi, hadir di pasar. Para pandai 4Life Research menggabungkan TF dari kolostrum susu lembu dan telur menjadi barang yang tersedia sekarang. Campuran kedua TF ini menumbuhkan efektifitas sejumlah 185 %.

Ternyata, TF dari kolostrum susu sapi dan telur jauh semakin hebat atas TF yang didapat atas ibu karena baik lembu dan ayam lebih kadang kala berhadapan pada lingkungan yang penuh beserta bakteri atau kuman dari pada manusia yang lingkungannya lebih steril.

TF sudah digunakan yang Cina, Polandia, Itali dan negara lain, tetapi bukan ditemukan di pasar secara komersial oleh karena keteduhan teknologi.